Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah.
Tidak lama lagi bahkan dalam hitungan beberapa jam ke depan, perhelatan akbar 4 tahunan sekali Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan bakal dimulai. Ajang adu bola sejagat ini akan di mulai tanggal 11 Juni 2010 dan berakhir 1 bulan kedepan.
Jutaan bahkan miliaran pasang mata diseluruh dunia akan tertuju kepada pentas Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan ini. Ini tak dapat dipungkiri lagi karena sepakbola merupakan olah raga paling populer saat ini. Siapa tak kenal Messi, Ronaldo atau Beckham? Sepakbola bahkan bisa diibaratkan sebagai “agama” bagi mereka yang fanatik dengan sepakbola. Termasuk di Eropa, bahkan Asia dengan populasi penduduk paling besar di dunia.
Televisilah yang telah melambungkan industri sepakbola sampai ke taraf seperti sekarang ini. Tayangan langsung dari beberapa liga dunia seperti Inggris, Spanyol, dan Italia termasuk tayangan langsung Liga Champion Eropa menjadikan sepakbola sebagai sebuah industri yang luar biasa pada saat ini.
Pesta sepakbola sejagat Piala Dunia 2010 ini merupakan kesempatan bagi industri televisi untuk meraup penghasilan triliunan rupiah. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memperkirakan pendapatan komersial televisi dalam Piala Dunia 2010, bisa mencapai US$ 3,5 miliar atau sekitar Rp 32 triliun (dengan kurs Rp 9.200 per dolar AS).
Suatu jumlah yang tidak sedikit, pantas saja beberapa operator televisi di berbagai belahan dunia saling berebut untuk mendapatkan hak siar ekseklusif. Hak siar ekseklusif ini merupakan alat paling effektif untuk menjaring pendapatan dari iklan.
Seperti ditulis VIVAnews.com, China Central Television sukses memenangkan hak siar Piala Dunia 2010 di China. China Central Television bersedia membayar 3 miliar yuan atau sekitar Rp. 4 Trilliun untuk memanjakan 1,3 miliar penonton di China dengan tayangan ekseklusif 64 pertandingan Piala Dunia 2010
Sementara ESPN-Star memenangkan hak ekseklusif menyiarkan pertandingan piala Dunia 2010 di Asia Selatan dengan membayar 40 juta dollar AS atau sekitar Rp. 319 Miliar. Di India kemungkinan paling banyak ditonton oleh lebih dari 125 juta penonton.
Konsorsium yang terdiri dari NHK dan beberapa pihak swasta Jepang, lewat Japan Consortium bahkan berani membayar 17 milliar Yen atau sekitar 190 Juta Dollar AS untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2010 di Jepang.
Bagaimana dengan di Indonesia? Menurut Bisnis.com, di Indonesia hanya group PT. Media Nusa Cipta (MNC) yang terdiri dari RCTI dan Global TV yang mempunyai hak siar ekseklusif pertandingan Piala Dunia 2010 ini. Tentu tidak sedikit group media milik pengusaha Hary Tanoesudibya ini membayar hak siar tersebut. Beberapa kalangan memperkirakan jumlahnya lebih dari 10 juta dollar AS
.
Sebagai perbandingan saja untuk Piala Dunia 2006 di Korea dan Jepang, pihak SCTV kabarnya membayar sampai 10 juta dollar AS untuk memperoleh hak siar ini. Padahal hak siar untuk Piala Dunia sebelumnya di Jerman tahun 2002 hanya 5 juta dollar AS.
Lalu darimana televisi memperoleh pendapatan mereka? Jawabanya pasti adalah iklan. Apalagi televisi merupakan media dengan penetrasi paling tinggi dibandingkan media lainya (lebih dari 90 persen). Hak siar ekseklusif ini akan menarik para pengiklan untuk berlomba-lomba memasang iklannya. Tidak heran jika dengan hak siar ekseklusif ini dan jumlah penonton yang amat tinggi stasiun televisi pasti akan mematok harga iklan premium.
Di Australia sebagaimana ditulis VIVAnews.com, stasiuan televisi SBS, online, dan radio yang memiliki hak tayang Piala Dunia 2010 di Australia diyakini telah mencatat rekor pendapatan iklan sepanjang sejarah 30 tahun terakhir ini. Jaringan televisi itu telah mendapat sponsor 20 juta dolar Australia, atau sekitar US$ 16 juta. Bahkan semua paket sudah ludes terjual sebelum perhelatan akbar itu di mulai
.
Group MNC yang merupakan perusahaan media paling besar di Indonesia yang menguasai 35 % pangsa pasar nasional diperkirakan akan kebanjiran iklan selama Piala Dunia 2010. Tidak heran jika tahun ini mereka menargetkan memperoleh porsi share auudience sampai lebih dari 50 % dengan proyeksi peningkatan pendapatan akan naik 21% dibandingkan tahun lalu.
Itu baru perkiraan uang yang berputar di sekitar Piala Dunia 2010 dari industri televisi saja. Belum lagi dari assuransi, merchandising, hotel, makanan, minuman dan transportasi yang ikut mendapat berkah mengeruk pendapatan berlimpah berkat Piala Dunia 2010. Termasuk tidak terkecuali judi pasti akan melonjak omzetnya baik yang resmi maupun tidak resmi. Ini tentu melibatkan uang tidak sedikit, triliunan rupiah uang akan berputar selama Piala Dunia 2010 ini.
So…ada bisnis dengan omzet triliunan rupiah yang berputar selama Piala Dunia 2010 ini, bukan hanya aksi para bintang bola seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi saja. Dan kapan ya kita bukan hanya sebagai penonton saja?
No related posts.

ikutan bisnis juga mas, diantaranya.. bikin kaos bola misalnya.. atau bikin video rekaman bola, atau..jualan keliling rumah pada saat acara tayang hehehe, pasti banyak tuh yang kelaperan tengah malem :alay :alay
@ herlina mutmainah : jualan kopi panas sama mie rebus ato roti bakar ya….he..3x..
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
buka lapak nonton bola pake OHP ah..
@ mh : ayu mas…rame-rame nontonnya…
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
Hmmm….Ngomong2 Anda pegang team mana nih Pak?
.-= Dukung Fair Play Fifa Word Cup´s last blog ..Download Video Ariel Berbahaya =-.
@ dukung fairplay Fiva world cup : Belanda …he..3x..total footballnya mantap mas…
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
Sayangnya, siaran piala dunia di Indonesia masih disponsori oleh rokok. Jadi kontradiktif dengan kampanye FIFA menghapus rokok di setiap eventnya.
@ agung pushandaka : perushaan rokok di Indonesia memang masih merupakan perusahaan dengan dana promosi terbilang paling besar dibandingkan dengan perusahaan lainya. Dan mereka sangat royal menggunakan biaya promosi ini terutama untuk event-event yang sangat populer seperti sepakbola ini, dan aturan di negara kita belum ada yang membatasi rokok dalam sponshorship event olahraga.
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
Mudah mudahan Iklan Adsense saya juga ikut kebagian Jatah he he..
Salam Kenal
.-= Komunitas Salesman´s last blog ..Menghasilkan Uang di Internet – Bagian I =-.
@ komunitas salesman : mudah-mudahan makin mantap adsense-nya..
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
ada lumbung bisnis di depan mata tuh mas
.-= Catatan Blogger Amphibi´s last blog ..Siap Menang Siap Gagal =-.
@ Catatan Blogger Amphibi : yuppz…
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
luar biasa memang… bisnis yang benar2 gak ada tandingannya. semua orang suka ..semua orang menantikannya… ini benar2 fenomena terbesar sepanjang abad…bisnis yang sangat menjanjikan
.-= elmoudy´s last blog ..Pengen jd Penulis =-.
@ elmoudy : bener sob…sepakbola telah menjadi industri yang luarbiasa….
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
sepak bola ini sudah jadi industri. andai saja indonesia serius mengelolah sepak bola nasional. mungkin saat ini kita sudah jadi salah satu negara peserta di piala dunia ini mas ..
.-= Fadly Muin´s last blog ..Hati-Hati Dengan Peran Ganda =-.
@ fadly muin : betul mas…kita mungkin sudah sejajar dengan negara-negara yang maju industri sepakbolanya. Kita kurang konsisten, coba perhatikan Jepang dan Malaysia belajar mengelola liga sepakbola nasionalnya justru dari kita,pada saat itu kita mulai dengan Galatama…cuma sekali lagi kita tidak konsisten mas.
.-= Sugiana Hadisuwarto´s last blog ..Piala Dunia 2010, televisi dan bisnis triliunan rupiah. =-.
Jasa konsultan cost analyst laris manis sejak beberapa bulan lalu mas. hehehe…
.-= Agus Siswoyo´s last blog ..(Lanjutan) Kisah Seorang Blogger =-.
sepakbola memang ajang bisnis yang menguntungkan