Sekilas Tentang Kewirausahaan Sosial (Social Entrepreneurship)
Kewirausahaan sosial (social entrepeneurship) menjadi bahasan menarik pada beberapa tahun belakanngan ini. Kewirausahaan sosial menjadi penyeimbang bagi kewirausahaan tradisonal komersial yang semata-mata hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan keadaan masyarakat dan lingkungan.
Pengusaha sosial (social entrepreneur) atau bisa juga disebut dengan wirausaha sosial dapat disebut sebagai individu yang visioner yang mampu memberikan solusi kreatif untuk memecahkan beberapa permasalahan sosial yang terjadi di sekitar kita. Mereka memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi masalah, mengembangkan cara untuk mengubah sistem, dan menyebarluaskan gagasannya sehingga dapat menggerakan seluruh masyarakat untuk bekerja sama mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi.
Sedangkan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) dapat dikatakan sebagai seni untuk menciptakan bisnis sosial yang bertanggung jawab yang bertujuan bukan hanaya untuk menghasilkan keuntungan semata akan tetapi juga berusaha memecahkan berbagai permasalahan sosial dan lingkungan. Pengusaha sosial biasanya memulai menjalankan usahanya dengan konsep “triple bottom line” . Triple bottom line mengacu kepada 3 aspek yang sangat penting yaitu aspek manusia (man), aspek keuntungan (benefit) dan aspek lingkungan. Hal ini menyiratkan bahwa dalam kewirausahaan sosial, usahanya tersebut harus dapat berjalan secara finansial, sosial dan lingkungan bertanggung jawab.
Kita seringkali terjebak dengan istilah organisasi sosial yang bersifat nirlaba dengan pengertian perusahaan soaial. Apa sebenarnya perbedaan antara perusahaan sosial dan organisasi nirlaba? Perbedaan utama yang membedakan secara jelas antara kewirusahaan sosial dengan organisai nirlaba terletak pada model pendapatanya. Organisasi nirlaba bergantung terutama pada kontribusi amal, pendanaan publik dan hibah yayasan untuk mendukung program mereka dan menutupi biaya administrasi mereka. Jika, keadaan ekonomi memburuk maka sumbangan, hibah, dan ataupun subsidi dari sektor publik menjadi terhambat bahkan bisa berhenti sama sekali.
Bila keadaan ini berlanjut maka bisa dimungkinkan sebuah organisasi nirlaba seperti yayasan atau LSM akan berhenti beroperasi karena tidak memperoleh dukungan pendanaan yang mencukupi. Dalam kenyataanya sangat sedikit organisasi seperti ini yang bisa menciptakan aliran pendapatan secara kuat untukmendukung opersional kegiatan mereka walaupun sebenarnya mereka bisa melakukan hal yang demikian.
Sebuah perusahaan sosial dirancang untuk beroperasi seperti halnya dengan perusahaan bisnis komersial yang mencari keuntungan (profit oriented). Sebuah usaha sosial (social entrepreneur) tergantung kepada pendapatan yang mereka peroleh (cash flow). Jika diperlukan sebuah perusahaan sosial dapat mengajukan pinjaman yang mereka butuhkan, mengundang investor untuk menanamkan modalnya, kerjasama kemitraan dengan pihak lain atau bentuk kerjasama lainya untuk memperluas kegiatan usahanya.
Sedangkan dilihat dari segi tujuanya, organisasi nirlaba hanya mempunyai satu tujuan saja yaitu bagaimana menciptakan nilai sosial di masyarakat. Sebaliknya dengan perusahaan sosial mempunyai tujuan yang jauh lebih besar yaitu tujuan keuangan, tujuan sosial dan tujuan kelestarian lingkungan.
Beberapa contoh kewirausahaan yang telah berhasil di dunia anatara lain Grameen Bank atau Kiva.org, Grameen Bank yang didirikan oleh Prof. Muhamad Yunus adalah sebuah organisasi keuangan mikro dan bank pembangunan komunitas yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah dan bebas agunan bagi orang miskin di perdesaan Bangladesh. Profesor Mohammad Yunus sendiri kemudian memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian berkat upayanya untuk memutus siklus kemiskinan yang dihadapi oleh masyarakat miskin perdesaan.
Kiva.org adalah sebuah platform kredit mikro online yang menghubungkan investor dengan pengusaha di seluruh dunia. Kiva bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan melalui pinjaman yang disampaikan melalui internet. Kiva bermitra dengan lembaga keuangan mikro yang ada dalam rangka untuk mendapatkan akses ke pengusaha mikro yang memenuhi syarat di seluruh dunia, menyediakan pinjaman bebas bunga kepada para individu yang bekerja keras sehingga mereka dapat memperbaiki kehidupannya.
Sedangkan untuk di dalam negeri kewirausahaan sosial yang cukup berhasil salah satunya antara lain Bina Swadaya. Bina Swadaya merupakan lembaga yang mengelola sejumlah kegiatan pelayanan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Di tingkat masyarakat, Bina Swadaya mengedepankan kelembagaan pendamping yang berkemampuan sebagai penggerak tumbuh-kembangnya organisasi- organisasi masyarakat yang disebut KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). Sebagai sebuah lembaga yang secara aktif mendorong kemandirian dan keberlanjutan di tingkat institusi maupun masyarakat.
Dengan meningkatnya tantangan yang dihadapi masyarakat di dunia seperti kemiskinan, ancaman terhadap kelestarian lingkungan, kesenjangan pendidikan di negara berkembang, dan meluasnya penyebaran penyakit mematikan, dunia membutuhkan orang-orang dengan ide-ide dan dorongan untuk secara mendasar bisa merubah kondisi masyarakat pada saat ini menjadi lebih baik (Sumber : greenarketing.tv, binaswadaya.org, grameenfoundation.org, kiva.org).
Related posts:
- Bloglist wirausaha sosial (socialpreneur)
- Jejaring dan Organisasi Untuk Pengembangan Kewirausahaan Sosial

